DBS, Sunday, February 19, 2023
DBS, Sunday, February 19, 2023
Gabungan kesimpulan paragraph pertama dan kedua
particular sin menyebabkan pelanggaran Sabat
sehingga harus ada yang mati menandakan hukum
TIDAK BERUBAH!
Kesimpulan ketiga…
God memberikan clear and definite
knowledge
mengenai His WILL-nya (sanctification)
kalau God yang sanctify (Eze 20:12)
bukan manusia yang
sanctify dirinya sendiri!
Hukum itu … ( 3 kata ) “……..dan……..”
JUST and MERCIFUL
ADIL & BERKEMURAHAN
Kissed each other at the cross
Mercy and truth are met together;
Righteousness and peace have kissed each other.
Truth shall spring out of the earth;
And righteousness shall look down from heaven.
Yea, the LORD shall give that which is good;
And our land shall yield her increase.
Psalms 85 : 10
Paragraph 3
His WILL
special precepts yang JUST AND DEFINITE
( pandangan pribadi )
tidak bisa jadi patokan kebenaran!
karena
BEAUTY IS IN THE EYES OF
THE BEHOLDER!
Lihat domba = lihat kayu salib
Lihat pengganti doma = lihat kayu salib
Beda selain yang dibilang, ialah?
BEDA …ARAH…LIHAT!
Lihat salib = yang saya lihat
dilihat di DUA ARAH
yang saya lihat apa?
KEMATIAN
meat & drink
lambang kematian
bukan domba/darah
karena ini sebelum salib!
Dengan melihat kematian, fungsinya
agar?….
TIDAK MATI LAGI!
PAR 4
God's people, whom he calls his peculiar treasure,
were privileged with a two-fold system of law;
the moral and the ceremonial.
BERAPA APA?
ADA “DUA lipatan hukum”
yang adalah satu hukum!
yaitu lipatan moral & lipatan ceremonial
The one,
Pointing back to creation to keep in remembrance
(tidak lupa) the living God who made the world,
artinya?
Roma 3:23, for all have sinned and come short
of the glory of God!
SEMUA ORANG SUDAH MELUPAKAN
PENCIPTA MEREKA!
sehingga?
Apakah the second of the two-fold system of law
has a connection to the solution of the “semua lupa?”
MARI KITA BACA!
whose claims are binding upon all men in every
dispensation, and which will exist through all time
and eternity.
The other,
given because of man's transgression of the moral law,
YES, terjawab! ceremonial law diberikan karena
pelanggaran MORAL law!
Artinya, kalau tidak ada yang melanggar moral law
bisa saja tidak ada “ceremonial law”?
ingat!!
ada satu pohon, dua cabang
dan dua cabangnya
tidak bisa tidak ada dari
sama pohon! apa bisa dipisah?
karena harus selalu ada kalau
satu pohon!
bisa jadi arah cabang berlainan
dan di panjat keduanya bersamaan?
NO!
saat satu dipanjat…mau patah!!
membuat loncat ke cabang yang
satu lagi, sehingga diperlukan
cabang yang satu…
kalau jatuh itu melanggar
sehingga melompat karena
melanggar, (artinya pindah
cabang - karena melanggar)
agar
TIDAK MELANGGAR LAGI
mulai dari cabang moral dan saat
moral mau patah, harus loncat
ke cabang yang satu, yang selalu
memang ada untuk mengingatkan
agar TIDAK JATUH LAGI!
jatuh = meninggalkan cabang!
tidak perlu jatuh kebawah, karena
ini jatuh ke samping!
DIA TIDAK PERNAH JATUH…
(yes, dia jatuh saat berdosa)
artinya CABANG PERTAMA KOTA JAHAT!
kenapa kota jahat?
karena harus loncat ke
Ceremonial Law (CL)
Tinggalkan kota besar dan jahat!
Ceremonial Law selalu ada
yang berada di moral law
jatuh, (menjauhkan diri
dari tempat awal)
(pindah tempat)
sehingga loncat ke
posisi ceremonial law
dan sekarang di posisi
CL ini untuk tidak jatuh!
dan apakah kita harapkan
untuk jatuh lagi?
apakah terus akan berada
di CL? dan tidak kembali
ke Moral Law? pindah tempat?
Kalau ke CL ini kembali ke moral law
dan pindah posisi dari CL ke moral law
artinya jatuh lagi?
sehingga?
dia harus kembali
fungsi CL untuk kembalikan ke ML
tetapi kembali dengan melanggar
dan itu tidak akan kembali?
dan harus kembali!
Bedanya,
Karena sudah diajar untuk tidak
melanggar lagi, sehingga di CL
dia tidak “jingkrak2 lagi di cabang”
karena tadi awalanya loncat2
dan sangat takutnya loncat ke
ceremonial law …ini yang mula2
tadi!
apakah saat di CL sudah belajar
tidak kaget lagi untuk loncat2
dia katakan, saya tidak akan
loncat2 dan kembali ke ML
dia TIDAK TINGGALKAN POHON
LONCAT dan dengan SOPAN
pindah, back safely to the moral law
saat di CL tidak lompat2 lagi
dan berada kembali ke ML
tidak akan jatuh lagi ke CL
KUNCINYA = DUA LIPATAN
SATU POHON!
INGAT SELALU FONDASI ADA
DI AWAL!
SAMBUNGAN KUTIPAN..
the obedience to which consisted in sacrifices and offerings
pointing to the future redemption. Each is clear and distinct
from the other. From the creation the moral law was an essential
part of God's divine plan, and was as unchangeable as himself.
The ceremonial law was to answer a particular purpose of Christ's
and offerings was established that through these services the sinner
might discern the great offering, Christ. But the Jews were so blinded
by pride and sin that but few of them could see farther than the death
of beasts as an atonement for sin; and when Christ, whom these
offerings prefigured, came, they could not discern him. The ceremonial
law was glorious; it was the provision made by Jesus Christ in counsel
with his Father, to aid in the salvation of the race. The whole arrangement
of the typical system was founded on Christ. Adam saw Christ prefigured
in the innocent beast suffering the penalty of his transgression of
Jehovah's law.
RH May 6, 1875, par. 4
SAAT KEMBALI KE MORAL LAW
ADA BEKAL PRINSIP PENGALAMAN
YANG MENJAMIN TIDAK JATUH LAGI
JAGI APA YANG ADA DI CL
(CABANG INVISIBLE YANG SAYA INJAK
YAITU = BUKTI TIDAK AKAN LONCAT2
LAGI, INI DIPEROLEH DI CEREMONIAL
LAW)
UNTUK HIDUPKAN DI ML
BELUM KE MORAL LAW
KALAU MASIH LONCAT2 DI CL
SAAT TIDAK LONCAT2 DI CL
BARU KE ML
MEMBAWAKAN PRINSIP CL
KE MORAL LAW...

